Trichomoniasis: Penyakit Menular Seks Tanpa Gejala

Sebagai pria yang menyenangi kesehatan, tentunya Anda perlu mengetahui berbagai penyakit yang berada di sekitar kita. Apalagi jika berkaitan dengan penyakit yang bersamaan dengan seks. Mengerikan sekali jika kita tidak mengetahuinya sejak awal. salah satunya adalah Trichomoniasis.

Trichomoniasis alias "trich", merupakan infeksi parasit yang bisa terjadi pada laki-laki dan perempuan. Pada laki-laki, tanda-tandanya muncul pada uretra (saluran yang mengalirkan urin ke luar tubuh). Pada perempuan, yang terkena adalah vagina dan serviks (leher rahim).

Pada laki-laki yang terinfeksi parasit ini tidak merasakan gejala apapun namun dapat menularkan ke pasangannya. Demikian juga sebaliknya, saat perempuan terinfeksi parasit ini, dia bisa juga tidak merasakan gejalanya. Trichomoniasis kerap terjadi bersama dengan penyakit menular seksual lainnya, seperti gonorrhea dan nongonococcal urethritis (chlamydia), khususnya pada perempuan.

Trichomoniasis di negara AS lebih tinggi terjadi pada perempuan dibanding laki-laki. Diperkirakan 5 juta kasus baru terjadi setiap tahunnya dan infeksi ini terjadi pada 10% perempuan yang datang untuk mengobati penyakit menular seksual yang dideritanya. Pada 2000, the Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa trichomoniasis biasanya dapat diobati pada perempuan muda dengan kehidupan seksual aktif.

Untuk lebih mengetahui penyebabnya, Anda perlu tahu adalah Trichomoniasis disebabkan oleh parasit yang disebut Trichomonas vaginalis, yang ditularkan khususnya melalui kontak seksual secara langsung. Penyakit ini juga dapat ditularkan melalui mutual masturbation dan berbagai sex toys (alat bantuk seks)

Gejala umumnya muncul dalam 4-20 hari setelah infeksi. Perempuan yang terinfeksi parasit Trichomonas akan mengeluarkan cairan dari vagina berwarna kuning kehijauan atau abu-abu serta berbusa dalam jumlah banyak, kadangkala disertai pendarahan dan bau tidak sedap, gatal pada vulva sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Sering buang air kecil dan terasa sakit, pembengkakan vulva, rasa tidak nyaman selama berhubungan seksual dan sakit di wilayah perut. pendarahan di serviks mungkin terjadi, namun ini bukan gejala umum.

Sementara gejala pada laki-laki jarang terjadi. Namun jika pasangan mengeluhkan keluarnya cairan dari fanis berwarna putih pucat dan merasa sakit atau sulit saat buang air kecil, besar kemungkinan dia terkena trichomoniasis. Namun sekali lagi hal ini harus dipastikan dengan pemeriksaan klinis.

Trichomoniasis yang tidak ditangani tuntas dihubungkan dengan meningkatnya risiko terinfeksi HIV (virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang akan berkembang menjadi AIDS). Perempuan hamil yang terinfeksi Trichomonas berisiko melahirkan bayi prematur, berat badan lahir rendah dan infeksi hingga pelepasan plasenta. Sedangkan peradangan pada prostat (prostatitis) dan saluran kencing (cystitis) kerap dikaitkan dengan trichomoniasis pada laki-laki.

Diagnosis

Membiakkan sampel cairan vagina/penis merupakan metode yang dapat diandalkan untuk menegakkan diagnosis trichomoniasis. Diperkirakan butuh waktu 10 hari untuk mendapat hasilnya. Pada perempuan untuk menegakkan diagnosis juga perlu dilakukan pemeriksaan mikroskopis cairan vagina, pap smear dan urinalysis. Leher rahim juga diperiksa jika terjadi pendarahan. Karena trichomoniasis sering terjadi bersama penyakit menular seksual lainnya, pasien perlu diperiksa untuk menentukan jenis infeksinya, apakah chlamydia, gonorrhea, syphilis, atau HIV.

Pengobatan

Sejauh ini metronidazole dikenal sebagai obat yang dapat mengobati trichomoniasis, yang diminum dalam dosis tunggal. Orang yang mengonsumsi metronidazole harus menghindari alkohol selama pengobatan, sebab reaksi kimia yang ditimbulkan dapat menyebabkan mual dan muntah. Efek samping yang timbul antara lain mual, sakit kepala dan kram bagian perut. Perempuan hamil yang hendak mengonsumsi obat ini harus konsultasi dulu ke dokter.

Meski gejala trichomoniasis pada laki-laki dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu, namun karena laki-laki yang terinfeksi parasit Trichomonas bisa saja tak menunjukkan gejala sehingga dia dapat menularkannya ke orang lain, untuk itu sebaiknya rajin memeriksakan diri ke dokter dan meminum obatnya secara teratur untuk mematikan parasit ini.

Sumber: CBN

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.