Social Icons

Pages

Selasa, 15 Februari 2011

Testis Dapat Mengecil

Akibat proses penuaan, ukuran testis dapat mengecil. Pria yang semula subur dan dapat menghamili, kesuburannya dapat hilang akibat penurunan hormon testosteron. Perut gendut sering berkaitan dengan menurunnya kadar hormon testosteron. Bila kerusakan akibat pengecilan testis belum parah, kemungkinan masih bisa diperbaiki.

"Saya pria berumur 51, menikah lagi dua tahun lalu karena istri meninggal. Dari almarhumah istri, saya mendapat dua orang anak. Istri yang sekarang berumur 39 tahun, belum pernah menikah. Ia ingin punya anak dan sudah menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis. Hasilnya, istri dinyatakan normal dan masih bisa punya anak.

Yang sangat mengejutkan justru hasil pemeriksaan terhadap saya. Oleh dokter, saya dinyatakan mengalami pengecilan buah zakar dan sperma saya tidak subur. Sayangnya, dokter tidak menjelaskan mengapa zakar bisa mengecil dan mengapa sperma tidak subur. Saya kemudian diberi obat yang sudah saya konsumsi sejak empat bulan lalu.

Saya juga mengalami masalah kalau mau berhubungan dengan istri. Keinginan saya untuk berhubungan intim jarang sekali. Kalau ada keinginan, jarang bisa tegang dengan sempurna. Saya tidak mengalami penyakit apa pun, walaupun gemuk. Saya tidak merokok, tidak minum obat, selain yang dari dokter."

T.K. Jakarta

Akibat proses penuaan

Pengecilan ukuran testis dapat saja terjadi karena beberapa penyebab. Salah satunya adalah berkurangnya hormon testosteron dan hormon lain yang terkait karena proses penuaan. Penyebab lainnya adalah infeksi dan pelebaran pembuluh darah di bagian testis.

Mengecilnya ukuran testis juga menyebabkan munculnya gejala lain yang berkaitan dengan kadar hormon testosteron yang rendah, seperti dorongan seksual menurun, ereksi terganggu, dan perut menjadi gemuk. Tampaknya Anda juga mengalami gejala ini.

Sperma Anda yang dinyatakan tidak subur juga berkaitan dengan mengecilnya ukuran testis, yang terkait dengan penurunan hormon testosteron juga. Dari hasil pemeriksaan testis dan analisis sperma antara lain dapat diprediksi sejauh mana kerusakan dapat terjadi.

Kalau kerusakannya belum fatal, berarti masih ada kemungkinan untuk dapat diatasi dengan pengobatan. Untuk menentukan tingkat kerusakannya perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Konsultasi dijawab oleh Prof.Dr.dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And

 
 
Blogger Templates